Sabtu, 02 April 2011

demam typhoid

mnBAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Deman tifoid masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Penyakit typhi merupakan penyakit menular akibat infeksi salmonella di Indonesia. Salmonella typhi termasuk famili Enterobacteriaceae (kuman enterik batang gram negatif) dan bersifat anaerob fakultatif atau aerob, tidak berspora, intraselular fakultatif. Deman tifoid adalah penyakit infeksi akut disebabkan oleh kuman gram negatif salmonella typhi. Selama terjadi infeksi, kuman tersebut bermultiplikasi dalam sel fagositik mononukleat dan secara berkelanjutan dilepaskan ke aliran darah.
Salah satu tanaman yang mempunyai efek anti mikroba terhadap salmonella typhi adalah syzygium polyanthum. Penyakit deman tipoit (bahasa inggris : Typhoid fever) yang biasa juga disebut typhus atau types dalam bahasa Indonesianya merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella enterica, khususnya turunnya yaitu salmonella tythi terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Deman tipoid adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada dimasyarakat (Endemik) di Indonesia mulai dari usia belita, anak-anak dan dewasa.
Sumber (Briffith, H. Winter . 1999. Pintar Kesehatan. Jakarta ; Arcan.)
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Adapun tujuan umum adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan bidang tentang deman typhoid di badan rumah sakit umum daerah Cut Mutia Lhokseumawe tahun 2011.


2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan bidan tentang pengertian deman typhoid
b. Untuk mengetahui gambaran bidan tentang penyebab tejadinya deman typhoid
c. Untuk mengetahui gambaran bidan tentang tanda-tanda dan gejala deman typhoid
d. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penanganan deman typhoid

C. Manfaat

1. Untuk masyarakat
Sebagai bahan informasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
2. Untuk institusi pendidikan
Bahan ini dapat dijadikan sebagai penambahan perpustakaan yang telah ada
3. Untuk rumah sakit
Sebagai bahan masukan bagi petugas kesehatan terutama dalam memberikan penyeluhan tentang deman typhoid
4. Untuk penulis
Sebagai bahan bagi mahasiswi untuk dapat melakukan penelitian dibidang kesehatan serta dapat menambah wawasan mahasiswi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan











BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Pengertian
Deman tifoid pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderung meningkat dan terjadi secara Endemis. Biasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropik dibandingkan daerah berhawa dingin. Sumber penularan penyakit deman tifoid adalah penderita yang aktif. Penderita dalam fase konvalesen, dan kronik kaner. Deman typoid juga dikenai dengan nama lain yaitu typhus abdomnalis, typhoid fever atau enteria fever. Deman tipoid adalah penyakit sistemik yang akut, yang mempunyai karakteristik deman. Sakit kepala dan ketidakkenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu yang juga disertai gejala. Gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. Deman typhoid (termasuk para tipoid) disebabkan oleh kuman salmonella typhi, S paratyphi A, S paratyphi B dan S paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S paratyphi, gejalanya lebih ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh S typhi.
Sumber (. Corwin, Elizabeth. 1998. Buku saku Patofisiologi. Jakarta; EGC)

B. Etiologi
Deman typhoid disebabkan oleh jenis salmonella tertentu yaitu S. Typhi, S. Paratyphi A, dan S. Paratyphi B dan kadang-kadang jenis salmonella yang lain. Deman yang disebabkan oleh S. Typhi cenderung untuk menjadi lebih berat dari pada bentuk infeksi salmonella yang lain.
Salmonella merupakan bakteri batang gram negative yang bersifat motil, tidak membentuk spora, dan tidak berkapsul. Kebanyakan tralins meragikan glukosa, manosa dan manitol untuk menghasilkan asam dan gas, tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa. Organisme samonella tumbuh secara aerob dan mampu tumbuh secara anaerob fakultatif. Kebanyakan spesies resistent terhadap agen fisik namun dapat dibunuh dengan pemanasan sampai 54,4°C (130°F) selama 1 jam atau 60°C (140°F) selama 15 menit.
Sumber (Sumber (Briffith, H. Winter . 1999. Pintar Kesehatan. Jakarta ; Arcan.)

C. Tanda dan Gejala
Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman. Sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.
Secara garis besar tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain:
1. Deman lebih dari seminggu, siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya deman tinggi
2. Lidah kotor, bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah biasanya akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas
3. Mual berat sampai muntah, bakteri salmonella typhi berkembang biak di hati dan limpa, akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual, dikarenakan mual yang berlebihan akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna da biasanya keluar lagi lewat mulut
4. Diare / mencret adalah bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa khasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar)
5. Lemas, pusing, dan sakit perut adalah deman yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut
6. Pingsan, tak sadarkan diri adalah penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran
Sumber (Ernawati. 6 April 2004. Konsultasi Kesehatan dan Kefarmasian)

D. Komplikasi
Komplikasi deman typhoid dapat dibagi dalam:
1. Komplikasi intestinal
a. Pendarahan usus
b. Perforasi usus
c. Ileus paraletik
2. Komplikasi ekstraintenstinal
a. Komplikasi kardiovaskular: kegagalan sirkulasi pariver (ranjatan / sepsis), miokarditis, trombosis dan trombo flebitas
b. Komplikasi darah: anemia hemolitik, trombositopenia atau koagulasi intravaskuler diseminata dan sindrom uremia hemoltinik
c. Komplikasi paru: penuomonia, empiema dan peluritis
d. Komplikasi hepar dan kandung kemih: hepatitis dan koleitiasis
e. Komplikasi ginjal: glomerulonefritis, pielonefritis dan perinefritis
f. Komplikasi tulang: ostemielitis, periostitis,spondilitis dan artritis
g. Komplikasi neuropsikiatrik: derinum, mengigidmus, meningitis, polineuritis parifer
Sumber (Ernawati. 6 April 2004. Konsultasi Kesehatan dan Kefarmasian)



E. Terapi

Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit deman tifoid atau types bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi serta mencegah agar tak kambuh kembali. Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien harus berbaring ditempat tidur selama 3 hari hingga panas turu, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan jalan.
Selain obat-obatan yang diberikan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti deman dan rasa pusing (paracetamol) untuk anak dengan anak tipoid maka pilihan antibiotikan yang utama adalah kloramfenikol selama 10 hari dan diharapkan terjadi pemberantasan kuman serta waktu perawatan dipersingkat. Namun beberapa dokter ada yang memilih obat antibiotika lain seperti: ampitillin, trimetroprin sulfamethoxazole, kotimoksazol, sefalosporin, dan ciprofloxacin sesuai kondisi pasien. Deman berlebihan menyebabkan penderita harus dirawat dan diberikan cairan infus.
Sumber (Ernawati. 6 April 2004. Konsultasi Kesehatan dan Kefarmasian)

F. Penalaksanaan

Pengobatan penderita deman thypoid dirumah sakit terdiri dari pengobatan supotif meliputi istirahat dan diet, mendika mentosa, terapi penyakit (tergantung penyulit yang terjadi). Istirahat bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Pasien harus tirah baring minimal 7 hari bebas deman atau kurang lebih selama 14 hari. Mobrisasi dilakukan bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.
Sumber (Ernawati. 6 April 2004. Konsultasi Kesehatan dan Kefarmasian)














BAB III
TINJAUAN KASUS

Tanggal Masuk : 07 Februari 2011
Ruang : Ruang Vip Kupula

A. PENGUMPULAN DATA
a. Identitas pasien
1. Biodata
Nama : Tn. N
Umur : 46 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : -
Suku : Aceh

2. Keluhan
 Sakit kepala
 Kedinginan
 Sakit perut
 Pusing

3. Riwayat penyakit keluarga
 Tidak ada
4. Riwayat kesehatan
 Badan pasien kedinginan

b. Data objektif
1. Tanda vital= TD : 100 / 70 mmHg
RR : 24 x / menit
Pols : 80 x / menit
Temp : 39°c
2. Berat badan : 46 kg


B. INTERPRETASI DATA
1. Diagnosa : typoid
 Keluhan utama:
 Sakit kepala
 Sakit perut
 Kedinginan

2. Masalah
 Temp : 39°c
 RR : 24 x/menit

3. Kebutuhan
 Istirahat yang cukup
 Makan makanan yang bergizi

C. ANTISIPASI MASALAH
Deman typoid disebabkan oleh jenis salmonella tertentu antara lain S. Typhi, S. Partyphi, dll.
Typhi cenderung untuk menjadi berat dari pada bentuk infeksi salmonella yang lain. Salmonella merupakan bakteri batang gram negatif yang bersifat motil.

D. TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
Kolaborasi dengan dokter spesialis dalam untuk pencegahan dan penanganan dari penyakit

E. RENCANA MANAJEMEN
 Berikan informasi tentanng keadaan pasien
 Pasang infus
 Anjurkan agar istirahat yang cukup
 Anjurkan agar mengkonsumsi makanan yang bergizi

F. PELAKSANAAN
 Pemasangan infus RL 20 tts / i
 Memeriksa cairan infus


G. EVALUASI
Tgl : 12 Februari 2011
Temp :36°c
 Keluhan
 Sakit kepala
 Kedinginan
 Sakit perut
 Pusing






















BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Deman typhuid adalah penyakit infeksi akut disebabkan oleh kuman gram negative salmonella typhi. Selama terjadi infeksi kuman tersebut bermultuplikasi dalam sel fagositik mononuklear dan secara berkelanjutan dilepaskan ke aliran darah. Deman typoid timbul akibat dari infeksi oleh bakteri golongan salmonella yang memasuki tubuh penderita melalui saluran pencernaan
B. Saran
Saran yang penulis kemukakan disesuaikan dengan hasil selama melakukan asuhan keperawatan dan kesenjangan yang ada selama pasien dirawat

1. Untuk intitusi
Sebagai sekolah yang bergerak dibidang kesehatan, hendaknya dapat memberi pendidikan yang lebih baik lagi kepaaada siswinya dalam praktek pelayanan-pelayanan kesehatan dan menyediakan buku penunjang sebagai acuan dalam melakukan asuhan kebidanan
2. Untuk keluarga
Dalam proses asuhan keperawatan sangat diperlukan kerja ama keluarga dan pasien itu sendiri guna memperoleh data yang bermutu untuk menentukan tindakan sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar